Seputar Publik / Berita

RPN Resmikan Museum Gula Indonesia, Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan Nasional

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara menghadirkan pusat edukasi dan pelestarian sejarah gula sebagai fondasi menuju swasembada dan inovasi bioetanol nasional
Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara meresmikan Museum Gula Indonesia di Pasuruan sebagai pusat pelestarian sejarah, edukasi, dan inovasi industri gula nasional menuju masa depan yang berkelanjutan. Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara meresmikan Museum Gula Indonesia di Pasuruan sebagai pusat pelestarian sejarah, edukasi, dan inovasi industri gula nasional menuju masa depan yang berkelanjutan.

Berbeda dari museum konvensional, Museum Gula Indonesia dirancang tidak sekadar menjadi ruang pamer artefak, tetapi juga sebagai jembatan ilmu antargenerasi. Generasi terdahulu dapat mengenang perjalanan panjang industri gula, generasi saat ini dapat mempelajari perkembangan teknologi on farm dan off farm, sementara generasi mendatang diharapkan memperoleh fondasi kuat untuk melanjutkan cita-cita swasembada gula dan pengembangan bioetanol nasional.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang peluncuran. Sejumlah perwakilan industri gula menilai kehadiran museum ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas sektor pergulaan, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan transformasi energi.

Dukungan penuh juga disampaikan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap, yang menegaskan bahwa museum ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pengetahuan industri gula nasional yang lebih terintegrasi.

“Soft launching Museum Gula Indonesia bukan sekadar momentum seremonial, tetapi titik awal membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan sejarah panjang industri gula dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran dari era kolonial hingga modern harus menjadi pijakan dalam mendorong inovasi, termasuk penguatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan bioetanol,” ujar Iman.

Saat ini, Museum Gula Indonesia masih berada dalam tahap pengembangan awal, baik dari sisi koleksi maupun tata pameran. Meski demikian, peluncuran ini menjadi simbol kebangkitan ekosistem pergulaan nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

Ke depan, di bawah naungan PT RPN dengan dukungan Ikatan Ahli Gula Indonesia serta seluruh insan pergulaan nasional, Museum Gula Indonesia diharapkan berkembang menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori sejarah, tetapi juga mendorong inovasi, kolaborasi, dan kesejahteraan industri gula Indonesia secara berkelanjutan.

Soft launching ini sekaligus menandai bahwa perjalanan panjang gula Nusantara—dari era kolonial menuju swasembada nasional—kini memiliki “rumah abadi” untuk dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar