Di sisi lain anggota Tim Akselerasi dan Monitoring – Evaluasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dari Kemenparkraf RI Taufan Rahmadi mengungkapkan perhelatan WSBK dinilai tidak hanya mampu memberikan ruang untuk lebih mengenalkan segment destinasi sport tourism dimata dunia, namun memungkinkan juga mengggeliatkan perekonomian masyarakat NTB.
“Perhelatan dunia sebesar ini harus mampu menjadi epicentrum ekonomi bagi peningkatan pendapatan khususnya masyarakat lokal,” kata putra asal NTB ini.
Taufan mengapresiasi kerjasama Pemprov NTB bersama pihak MGPA dalam mengembangkan SDM diwilayah KEK Mandalika, yakni memberikan lima putra putri warga lokal beasiswa di Ooltekpar Lombok.
“Langkah yang tepat,untuk mempersiapkan SDM untuk perhelatan dunia, apalagi di tanah kelahirn sendiri,” ujarnya.
Sementara itu perwakilan MGPA Joko Santosa berjanji akan berusaha memberikan ruang untuk menggaungkan destinasi wisata NTB, ia juga akan melibatkan warga lokal dalam perhelatan WSBK nanti.
“Untuk WSBK kali ini kami akan berusaha tidak akan menggunakan pihak ketiga dalam melakukan perekrutan tenaga pendukung, kita ingin warga lokal untuk tenaga seperti security event, teknisi, cleaning service,” terang Joko.
Selain melakukan perekrutan tenaga pendukung lokal yng jumlahnya hampir 1000, pihak MGPA juga akan menyediakan tempat side event yang letaknya masih didalam area Sirkuit.
(Yyt).
Komentar