Seputar Publik / Berita

Sampah Menggunung di Kapuk Muara Penjaringan, Warga Keluhkan Armada Rusak dan Pengangkutan Tak Maksimal

Satpel LH akui keterbatasan armada, tumpukan sampah meluas ke empat RT di RW 04 Jakarta Utara
Penampakan tumpukan sampah di Kapuk Muara, Jakarta Utara, menggunakan alat berat dan armada truk. (Foto. Dok.sp) Penampakan tumpukan sampah di Kapuk Muara, Jakarta Utara, menggunakan alat berat dan armada truk. (Foto. Dok.sp)

Keluhan Warga dan Pengurus Wilayah

Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan, namun respons dinilai lambat.

> “Saya sudah telepon berkali-kali, tapi tidak pernah direspons jelas. Kita di lapangan yang pusing,” ujar seorang warga, yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 16 RW 04, yang menyebut tumpukan sampah telah meluas hingga ke RT 14, RT 15, RT 16, dan RT 17 RW 04.

> “Sampah ini bukan hanya RT 16, tapi sudah masuk empat RT. Warga tahunya ke RT, saya yang hadapi keluhan terus,” katanya.

“Kalau ada anggaran, warga tahunya ada. Tapi realisasinya lama,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat warga frustrasi karena pengangkutan tidak berjalan rutin, sementara volume sampah di kawasan padat penduduk tersebut terus bertambah.

Harapan Penanganan Rutin dan Penambahan Armada

Ketua RT 16 berharap pengangkutan dilakukan secara berkala dan terjadwal agar tidak terjadi penumpukan berulang. Ia juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menambah anggaran perbaikan dan penambahan armada.

> “Kalau armada ditambah dan diperbaiki, semua TPS dan depo di Penjaringan bisa terlayani. Jangan sampai wilayah padat seperti ini selalu tertinggal,” tegasnya.

Satpel LH Penjaringan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pengangkutan hingga area bersih, sekaligus menjadikan kegiatan ini bagian dari penanganan berkelanjutan persoalan sampah di kawasan pesisir Jakarta Utara. (Fajar)*

Tulis Komentar

Komentar