Kehadiran dunia Arsitektur di Indonesia diperkuat dengan terbentuknya APTARI (Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia). Yulianto Purwono Prihatmaji. Ketua APTARI menjelaskan, Di bawah naungan APTARI, anak bangsa mulai dibimbing dan diarahkan secara terukur dan bertanggung jawab untuk mendapatkan persiapan yang matang menjalani proses menjadi Arsitek di tiap-tiap perguruan tinggi. Dengan rujukan sistim validasi UIA (International Union of Architect)–salah satunya adalah Canberra Accord–maka capaian Pembelajaran Lulusan 16 Kompetensi Arsitek diadopsi sekolah Arsitektur di Indonesia dan tetap bersinergi dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing.
Di dalam keragaman itu para peserta didik didorong untuk memahami dan menguasai muatan tradisi lokal, sekaligus mengintegrasikannya ke dalam wujud arsitektur modern yang menjawab masalah perubahan iklim, pemanasan global, era disrupsi, dan siap beradaptasi dengan kelaziman baru. “Untuk kesetaraan kualitas dan fasilitas sekolah Arsitektur di Indonesia, APTARI, IAI, DAI akan membentuk Indonesian Architectural Accrediting Board atau IAAB bersama Pemerintah dan para mitra yang lain.” kata Yulianto
Komentar