Seputar Publik / Berita

AI dan Data Center Tumbuh Pesat, Infrastruktur Energi Indonesia Dituntut Makin Siap

Pertumbuhan komputasi, cloud, kendaraan listrik, dan energi terbarukan mendorong kebutuhan listrik, konektivitas, penyimpanan energi, serta sistem kelistrikan yang lebih fleksibel.
Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026) Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026)

“Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Solusinya harus scalable dan modular, sehingga ketika data center berkembang, infrastrukturnya tidak harus dibangun ulang dari nol,” ujar Tandi.

Menurut dia, kebutuhan konektivitas yang terus meningkat juga harus diantisipasi. Salah satunya terlihat dari perkembangan kapasitas koneksi yang bergerak dari 400 menuju 800 Gbps.

Karena itu, fiber backbone perlu dirancang agar mampu mengikuti perkembangan tersebut tanpa harus diganti secara menyeluruh.

Artinya, kesiapan infrastruktur tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya kapasitas yang tersedia. Kemampuan infrastruktur untuk berkembang secara efisien juga perlu diperhitungkan sejak awal pembangunan.

Ketika Energi Menjadi Infrastruktur Kritis

Kebutuhan data center dan teknologi digital pada akhirnya tidak dapat dipisahkan dari keandalan pasokan listrik.

Semakin banyak aktivitas masyarakat dan industri bergantung pada teknologi, semakin besar pula kebutuhan terhadap energi yang tersedia secara kontinu dan stabil.

Tulis Komentar

Komentar