Seputar Publik / Berita

AI dan Data Center Tumbuh Pesat, Infrastruktur Energi Indonesia Dituntut Makin Siap

Pertumbuhan komputasi, cloud, kendaraan listrik, dan energi terbarukan mendorong kebutuhan listrik, konektivitas, penyimpanan energi, serta sistem kelistrikan yang lebih fleksibel.
Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026) Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026)

Presiden Direktur Wirawan Corporation, Michael Hardinata, menilai perkembangan teknologi membuat energi menjadi kebutuhan fundamental dalam hampir seluruh aktivitas.

Internet, televisi, kendaraan listrik, hingga berbagai perangkat teknologi, menurut dia, membutuhkan energi agar dapat berfungsi.

Ia melihat kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan aktivitas industri.

“Energi itu sesuatu yang mutlak. Misalnya, waktu Covid-19 kemarin, manusianya tidak bisa bergerak, tapi rumah sakit meminta kami untuk tetap bergerak, pasokan listrik tidak boleh terhenti,” kata Michael.

Pengalaman tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa sektor kelistrikan merupakan bisnis yang bersifat kritis karena gangguan pasokan dapat berdampak langsung terhadap berbagai layanan penting.

Kebutuhan terhadap pasokan energi yang stabil juga dirasakan sektor manufaktur.

Budi Tedja dari Delta Prima Makmur mengatakan kontinuitas energi menjadi faktor penting untuk menjaga proses produksi tetap berjalan. Gangguan pasokan dapat meningkatkan risiko downtime dan mengganggu operasional.

Tulis Komentar

Komentar