Implementasi standar keberlanjutan juga diikuti peningkatan nilai penjualan produk bersertifikat. Data penjualan periode Januari hingga September menunjukkan nilai *premium product* bersertifikat PTPN IV PalmCo meningkat dari Rp129,02 miliar pada 2025 menjadi Rp190,78 miliar pada 2026.
Dengan capaian tersebut, nilai premium produk bersertifikat pada 2026 mencapai sekitar 148 persen dari nilai tahun sebelumnya, atau meningkat sekitar 47,87 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator potensi nilai tambah dari produk minyak sawit mentah atau *Crude Palm Oil* (CPO) dan minyak inti sawit atau *Palm Kernel Oil* (PKO) yang memenuhi standar keberlanjutan.
Bagi PTPN IV PalmCo, sertifikasi tidak hanya berfungsi untuk memperkuat kesesuaian terhadap standar global, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas peluang akses ke pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Ke depan, perusahaan akan melanjutkan percepatan sertifikasi serta memperkuat integrasi prinsip ESG dalam seluruh proses operasional. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas tata kelola, pengelolaan lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, penguatan integritas, dan pengembangan ekonomi sirkular.
Melalui langkah tersebut, PTPN IV PalmCo menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi penciptaan nilai jangka panjang. Integrasi antara tata kelola, standar keberlanjutan, dan kinerja bisnis diharapkan dapat meningkatkan manfaat kegiatan perkebunan dan pengolahan sawit bagi masyarakat, lingkungan, perusahaan, dan negara.(Red.)*
Komentar