Poin penting yang disepakati dalam surat perjanjian tersebut soal komposisi pembagian hasil penyelesaian, bahwa setiap lembar kupon nilainya 500 T, setalah dipotong pajak 11 % atau Rp. 56 T, jadi tinggal tersisa Rp.4, 44 T.
Nah, dari sisa itu dibagi untuk 3 rekening, Yakni masuk rekening induk atas nama Ibu Nur Amsiah Amin Deanada sebesar 60 % atau Rp. 266,4 T, masuk ke Rekening Dewi Ayu Wulandari selaku pemilik koletral sebesar 30 % atau Rp. 133,2 T. Yang 10 % atau 44,4 T untuk veteran yang tgl 5 kemarin sudah diserahkan melalui LVRI bertepatan dengan HUT nya Ke 66.
“Nah, pada hari ini saya serahkan untuk lembaga adat 129 kerajaan dana obligasi sebesar Rp.93,24 trilyun. Dana tersebut diambil dari jatah bagian saya selaku pemilik koletral yang 30 % itu,” ujar Dewi.
Pemberian dari saya ini bukan atas perintah siapa siapa, tapi murni karena keikhlasan saya. Dan memang saya sengaja yang meminta dari keluarga besar leluhur saya, Karena memang tinggal saya satu satunya keluarga veteran ini dari A1 Bung Karno yang diberi hak untuk membagi amanah amanah dari Bung Karno, pungkasnya.
Usai Dewi Ayu Wulandari memaparkan penjelasan, barulah dilakukan penandatangan bersama perjanjian kerjasama dalam konsolidasi Obligasi Negara Tahun 1959, yang ditanda tangani langsung oleh Dewi Ayu Wulandari sendiri selaku pihak pemilik koletral pemberi dana. Sedangkan untuk Lembaga Adat 129 Kerajaan selaku pihak penerima dana penandatangan diwakilkan Raja dari Kerajaan Sulawesi Selatan Raja Andi Makmur AS.
Ikut tanda tangan pula sebagai saksi para saksi dari kedua belah pihak yakni, saksi dari pihak pemberi dana para pegawai Treasury Bank, sedangkan saksi dari pihak penerima dana yakni, beberapa perwakilan dari Lembaga Adat 129 Kerajaan.

Usai prosesi penandatangan, Raja dari Kerajaan Sulawesi Selatan Raja Andi Makmur AS terlihat tak kuasa menahan keharuannya atas amanah yang diterimanya dari Putri Bungsu Bung Karno Dewi Ayu Wulandari mewakili yang almarhum ayahnya Bung Karno.
Ia pun langsung berdiri menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya Ia mengucapkan syukur Alhamdulillah telah mendapat sebuah tugas, yang menurutnya bukan sebuah tugas tapi sebuah amanah yang harus di laksanakan dengan sebaik baiknya demi meningkatkan kesejahteraan para pejuang kemerdekaan RI.
Ia mengaku sangat prihatin melihat potret kehidupan para veteran negeri kita saat ini yang tidak mendapakan perhatian dari pemerintah. Padahal veteran yang masih hidup saat ini kurang lebih tinggal 10% saja, tapi tak mampu memberikan kesejahteraan kepada mereka.
Menurut Raja Andi Makmur AS yang kebetulan juga sebagai Ketua Ikatan Pahlawan Nasional Sulawesi, ada 2 yang harus di perhatikan oleh pemerintah terkait para pejuang kita, yakni, perbaikan makam pahlawan baik yang ada di taman makam pahlawan maupun diluar.
“Kepada yang mulia bunda ayu gembirowati atau Dewi Ayu Wulandari saya ucapkan rasa syukur dan banyak banyak terima kasih, semoga dengan apa yang sudah diberikan ini bisa bermanfaat untuk kita semua, khususnya para pejuang kita menuju indonesia yang sejahtera,” pungkasnya.
(Ahmad Zarkasi dan Rendy Samboza).
Komentar