Seputarpublik.com, LANGKAT -- Warga di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kini dapat bernapas lega. Akses transportasi dan urat nadi perekonomian yang sempat lumpuh total akibat putusnya jembatan utama pascabanjir bandang, kini kembali terbuka.
Sebuah Jembatan Bailey darurat sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter berdiri kokoh, menghubungkan kembali Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya. Jembatan yang menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian warga ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) TNI AD, PTPN IV PalmCo, serta PT Langkat Nusantara Kepong.
Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, turun langsung meninjau penyelesaian pembangunan infrastruktur darurat tersebut pada awal pekan lalu. Peninjauan ini turut disaksikan jajaran Korem, Kodim Langkat, unsur Muspika Kecamatan Wampu, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dalam tinjauannya, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyoroti pentingnya gerak cepat dan gotong royong berbagai pihak dalam masa tanggap darurat bencana.
> “Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan jembatan ini. Sinergi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.
Bukan Sekadar Respons Lokal, tetapi Eskalasi Bantuan Nasional
Keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam pembangunan Jembatan Bailey di Langkat bukan langkah reaktif yang berdiri sendiri. Perusahaan perkebunan BUMN ini tercatat telah melakukan eskalasi bantuan kemanusiaan secara masif sebagai respons atas rentetan bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa pengerahan sumber daya perusahaan untuk penanggulangan bencana merupakan bagian dari mandat BUMN yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada stabilitas sosial masyarakat.
> “Pembangunan Jembatan Bailey bersama Kodam I/Bukit Barisan ini adalah representasi nyata bahwa BUMN dan TNI selalu beriringan di garis depan. Kami tidak ingin urat nadi perekonomian warga di desa-desa lumpuh terlalu lama,” tegas Jatmiko.
Berdasarkan catatan penanggulangan bencana, jangkauan operasi kemanusiaan PTPN IV PalmCo telah menjangkau 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Wilayah tersebut meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Pasaman Barat, Padang, Tanah Datar, Agam, Solok, dan Lima Puluh Kota.
Di belasan wilayah tersebut, bentuk intervensi disesuaikan dengan tingkat keparahan bencana. Bantuan yang telah disalurkan mencakup pengerahan puluhan unit alat berat untuk membuka akses darat yang tertimbun longsor, distribusi ratusan ton sembako, penyediaan ratusan boks obat-obatan, hingga pendirian puluhan posko darurat sebagai tempat bernaung bagi ribuan pengungsi.
Untuk wilayah dengan dampak kerusakan infrastruktur tempat tinggal terparah, seperti di Kabupaten Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan, PTPN IV PalmCo memasuki fase pemulihan jangka panjang dengan menyediakan lahan bagi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Fokus pada Pemulihan Psikososial di Langkat
Khusus di Kabupaten Langkat, pembangunan jembatan ini melengkapi rangkaian bantuan yang telah disalurkan sebelumnya. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan telah menggelontorkan dana ratusan juta rupiah pada fase awal tanggap darurat banjir.
Selain memastikan ketersediaan logistik berupa kebutuhan pokok, fokus bantuan di Langkat juga menyasar pemulihan psikososial anak-anak korban bencana. Ratusan paket perlengkapan pendidikan—mulai dari tas sekolah, buku tulis, buku gambar, hingga alat mewarnai—telah didistribusikan ke posko pengungsian agar anak-anak tetap memiliki semangat belajar di tengah keterbatasan pascabencana.
Dengan berdirinya Jembatan Bailey di Kecamatan Wampu, fase pemulihan di Kabupaten Langkat diharapkan berjalan lebih cepat seiring normalnya kembali arus barang dan mobilitas warga di ketiga desa tersebut. {red}*