“Melalui metode Yassir ini, kita ingin mengenalkan Al-Qur’an kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui nyanyian. Harapannya, anak-anak tidak hanya pandai membaca dan mengaji, tetapi juga mulai mengenal serta memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, sehingga nilai-nilainya dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wiwiek.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan sejak usia dini karena masa PAUD merupakan salah satu tahapan penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak. Dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran agama diharapkan tidak menjadi sesuatu yang sulit atau membosankan, melainkan dapat tumbuh menjadi bagian yang menyenangkan dalam keseharian anak.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru PAUD sebagai pendidik sekaligus pendamping dalam memperkenalkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan bagi para guru agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Melalui pelatihan Metode Yassir ini, Wiwiek berharap para guru PAUD dapat meneruskan pembelajaran tersebut di satuan pendidikan masing-masing, sehingga semakin banyak anak di Kota Bekasi yang mendapatkan kesempatan untuk mengenal Al-Qur’an sejak kecil.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Bunda PAUD Kota Bekasi bersama TP PKK Kota Bekasi dalam mendukung pendidikan anak yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis, tetapi juga membangun fondasi moral, spiritual, dan karakter yang kuat sebagai bekal generasi penerus Kota Bekasi.
(*/AZ)
Komentar