Beranda
Seputar Publik / Berita

TBM Titik Literasi Gelar Pelatihan “Menggerakkan Literasi, Menguatkan Komunitas” di Kota Serang

Kegiatan di Kecamatan Taktakan mempertemukan pegiat literasi, komunitas, pemerintah, dan peserta untuk memperkuat budaya membaca serta kolaborasi masyarakat.
Pegiat literasi, komunitas, pemerintah, dan peserta mengikuti kegiatan “Menggerakkan Literasi, Menguatkan Komunitas” yang digelar TBM Titik Literasi di Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Pegiat literasi, komunitas, pemerintah, dan peserta mengikuti kegiatan “Menggerakkan Literasi, Menguatkan Komunitas” yang digelar TBM Titik Literasi di Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Seputarpublik.com || SERANG BANTEN – Semangat mengembangkan budaya membaca sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat menjadi fokus kegiatan bertajuk “Menggerakkan Literasi, Menguatkan Komunitas” yang diselenggarakan Taman Baca Masyarakat (TBM) Titik Literasi di Aula Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pegiat literasi, komunitas, Kecamatan Taktakan, Kantor Bahasa Provinsi Banten, serta peserta yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan budaya literasi di lingkungan masing-masing.

Acara diawali dengan sambutan Founder TBM Titik Literasi, Wahid Ahmad Setiawan. Ia menyampaikan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kritis, kreatif, serta mampu menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Dengan literasi, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan Dodi dari Kantor Bahasa Provinsi Banten. Ia menekankan pentingnya peran komunitas sebagai ruang belajar bersama yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat.

“Komunitas memiliki kekuatan besar dalam menghidupkan budaya literasi. Dari komunitas, masyarakat dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan gagasan sehingga tercipta lingkungan yang saling mendukung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kecamatan Taktakan, Mamat Rahmat, menyampaikan bahwa gerakan literasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi dan menyebarkan kebiasaan positif melalui berbagai media, termasuk media digital.

“Anak muda bukan hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta informasi yang bermanfaat, edukatif, dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

“Mari kita jadikan literasi sebagai gerakan bersama. Mulai dari keluarga, komunitas, universitas hingga lingkungan masyarakat. Ketika literasi bergerak, komunitas akan semakin kuat dan masyarakat akan semakin berdaya,” lanjutnya.

Hadirkan Pemateri dan Ruang Diskusi

Kegiatan “Menggerakkan Literasi, Menguatkan Komunitas” kemudian diisi dengan pemaparan materi dan diskusi bersama sejumlah pemateri.

Deni Legawa, yang disebut sebagai penerima Muda Award 30 Nasional serta pendiri Alala Public Speaking School, hadir sebagai pemateri pertama. Selanjutnya, materi disampaikan Dhion Darmawan, yang disebut sebagai Dai Muda Inspiratif 2022 dan Juara 1 Aksi Indosiar 2021.

Para peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai kegiatan literasi yang telah dilakukan di komunitas masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Gerakan literasi pada akhirnya tidak sekadar membangun kebiasaan membaca, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komunitas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih berpengetahuan, kritis, kreatif, dan berdaya.(Red)*