Seputar Publik / Nusantara

Universitas YARSI Hadirkan Budidamber di Desa Mandalamekar: Inovasi Sederhana Tekan Stunting dan Tingkatkan Ekonomi Warga

“Melalui Budidamber, kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan gizi dan pendapatan tidak harus rumit. Dengan cara sederhana dan terjangkau, keluarga desa bisa memenuhi kebutuhan protein sekaligus menciptakan peluang ekonomi mandiri,” jelas Dr. Elita Donanti.

Ketua Pokdakan Naminasang Farm & Co, Bapak Ilyas Abdurachman, turut mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan Budidamber memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan warga, terutama ibu rumah tangga, untuk menambah penghasilan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dukungan Pemerintah Desa dan Kader PKK

Program ini disambut positif oleh Kepala Desa Mandalamekar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Budidamber merupakan kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencari solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami sangat terbantu dengan adanya Budidamber. Selain menambah penghasilan ibu-ibu PKK dan Posyandu, hasil panennya bisa langsung dimanfaatkan untuk memperbaiki gizi anak-anak kami,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi, Universitas YARSI menyalurkan bantuan peralatan Budidamber di 13 RW Desa Mandalamekar. Para kader PKK dan Posyandu pun dilatih untuk mengintegrasikan hasil budidaya dalam menu harian serta program gizi anak di posyandu.

Kolaborasi Akademisi dan Mahasiswa

Sebanyak lima mahasiswa dan satu alumni Universitas YARSI terjun langsung ke lapangan, mendampingi warga dalam pelatihan, dokumentasi, dan edukasi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi penggerak semangat generasi muda dalam mendukung pembangunan desa.

Harapan ke Depan

Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, Universitas YARSI membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar. Budidamber tidak hanya meningkatkan gizi keluarga dan menekan angka stunting, tetapi juga memperkuat ekonomi desa.

Program ini diharapkan menjadi model desa sehat, mandiri, dan produktif yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, sejalan dengan komitmen Universitas YARSI dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

(*/Helmi)

Tulis Komentar

Komentar