Beranda
Seputar Publik / Berita

Universitas YARSI Latih Peternak Bandung Olah Limbah Jerami Jadi Pakan Ternak, Dorong Peternakan Berkelanjutan

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, Universitas YARSI memperkenalkan teknologi fermentasi silase untuk mengoptimalkan limbah pertanian dan mendukung ketersediaan pakan ternak.
Universitas YARSI memberikan pelatihan pengolahan limbah jerami padi menjadi silase kepada Kelompok Ternak Mandala Mukti I di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, sebagai upaya mendukung ketersediaan pakan dan peternakan berkelanjutan. Universitas YARSI memberikan pelatihan pengolahan limbah jerami padi menjadi silase kepada Kelompok Ternak Mandala Mukti I di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung, sebagai upaya mendukung ketersediaan pakan dan peternakan berkelanjutan.

Seputarpublik.com || BANDUNG, — Limbah jerami padi yang kerap dibiarkan menumpuk atau dibakar setelah panen berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak. Melihat peluang tersebut, Universitas YARSI memperkenalkan teknologi fermentasi jerami menjadi silase kepada kelompok peternak di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas YARSI mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi pakan ternak yang lebih tahan simpan. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu peternak mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mendukung efisiensi usaha peternakan.

Kegiatan bertajuk “Fermentasi Limbah Jerami Solusi Pakan Alternatif Ternak untuk Peternakan Berkelanjutan” tersebut menyasar Kelompok Ternak Mandala Mukti I. Program ini merupakan bagian dari Hibah Internal Universitas YARSI Tahun Anggaran 2025/2026.

Pelatihan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian program yang direncanakan berlangsung pada Juli hingga Desember 2026.

Ketua Tim PKM Universitas YARSI, Harry Budiantoro, S.E., Ak., M.Ak., CA., QWP., memimpin kegiatan bersama anggota tim, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa, M.M., CRP., CSA. Program ini turut melibatkan 12 mahasiswa lintas program studi dan dua tenaga kependidikan Universitas YARSI.

Jerami Padi Berpotensi Menjadi Pakan Alternatif

Selama ini, jerami padi masih kerap diperlakukan sebagai limbah setelah musim panen. Sebagian jerami dibiarkan menumpuk, sementara sebagian lainnya dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara.

Padahal, dengan pengolahan yang tepat, jerami dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak. Salah satu metode yang diperkenalkan Universitas YARSI adalah pembuatan silase, yakni teknik pengawetan bahan pakan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen atau anaerob.

Teknologi ini diharapkan membantu peternak memanfaatkan ketersediaan jerami sebagai sumber pakan alternatif, terutama ketika pasokan hijauan segar terbatas.

Selain memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar desa, metode pembuatan silase diperkenalkan sebagai alternatif yang dapat diterapkan peternak rakyat dengan peralatan yang relatif sederhana, sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Melalui pendekatan tersebut, limbah pertanian diharapkan memiliki nilai guna lebih besar dan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.

Peternak Dibekali Teknik Pembuatan Silase

Pelatihan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Harry Budiantoro selaku ketua tim pengusul PKM.

Sambutan juga disampaikan Ating Sumarni, S.Pd., sebagai perwakilan Desa Mandalamekar, dan Asep Iyus selaku Ketua Kelompok Ternak Mandala Mukti I.

Sebelum memasuki materi inti, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengolahan jerami. Selanjutnya, Ilyas dan Eben menyampaikan materi tentang teknik pembuatan silase, mulai dari persiapan bahan baku, proses fermentasi, pengendalian kualitas, hingga penyimpanan.

Sesi pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa Universitas YARSI turut membantu pelaksanaan kegiatan, termasuk memandu sesi penyegar suasana atau ice breaking.

Menjelang penutupan, tim PKM membagikan hadiah kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan modal kerja berupa peralatan dan mesin kepada kelompok mitra untuk mendukung penerapan teknologi pengolahan jerami.

Universitas YARSI Dorong Kemandirian Peternak

Program ini tidak hanya berorientasi pada pengolahan limbah, tetapi juga pada peningkatan kapasitas peternak dalam memanfaatkan potensi lokal.

Kelompok Ternak Mandala Mukti I diharapkan dapat menerapkan teknik pembuatan silase secara mandiri dan membagikan pengetahuan tersebut kepada peternak lain di Desa Mandalamekar.

Pemanfaatan jerami sebagai pakan alternatif berpotensi membantu peternak mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Meski demikian, kualitas silase perlu dijaga melalui proses fermentasi dan penyimpanan yang tepat. Penggunaannya sebagai pakan juga perlu memperhatikan kualitas bahan, kebutuhan nutrisi, serta kesesuaian pemberian bagi ternak.

Dengan demikian, pemanfaatan jerami tidak sekadar menjadi solusi untuk mengurangi limbah pertanian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pengelolaan pakan yang lebih terencana.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Inisiatif Universitas YARSI tersebut sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pertama, SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, terutama dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kedua, SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, melalui upaya penguatan ekonomi masyarakat desa. Ketiga, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kegiatan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Keterlibatan 12 mahasiswa lintas program studi juga menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Mereka terlibat dalam persiapan kegiatan, penyusunan modul pelatihan, pendampingan, dokumentasi, hingga evaluasi di lapangan.

Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat penerapan pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan peternak.

Melalui program ini, Universitas YARSI berharap pengolahan limbah jerami menjadi silase dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ketersediaan pakan ternak, mengurangi limbah pertanian, dan mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di Desa Mandalamekar, Kabupaten Bandung.

*Penulis; Helmi