“Ketika saya kecil, nenek itu paling sering ngajak saya ke kegiatan yang bersentuhan dengan keagamaan, misalnya saya dibawa nenek ikut dakwah ke Tanah Karo. Bahkan sampai saya remaja masih sering diajak nenek kalau saya sedang libur dari Gontor. Apalagi setelah saya tamat dari Gontor, saya sering diajak dakwah dan menghadiri kegiatan pengajian dan kegiatan sosial lainnya. Itu berkisar tahun 1989-1995,” kenang Ustadz Andian.
“Kisaran tahun di atas, Setelah dari Gontor saya ke UIN Sumatera Utara tahun 1989 sampai 1995 awal. Kemudian saya mengambil jenjang S2 tahun 1995 sampai 1997 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan lanjut sampai S3 dan selesai 2008,” ujar Andian Parlindungan.
Pengalaman Berbisnis
Andian juga menceritakan salah satu pengalamannya yaitu berbisnis kuliner di mana bisnisnya tersebut tidak berjalan lama. Hal ini dikarenakan faktor rekan bisnis yang dinilai memiliki akhlak yang kurang baik.
“Bisnis kuliner itu kalau menurut saya sih pengalaman berharga, meski pada akhirnya gagal tapi itu sebetulnya ada pengalaman pertama yang saya dapat, pengalaman mencari partner bisnis,” ucapnya.
Menurut Andian, berpartner dengan partner bisnis ternyata tidak cukup hanya melihat tampilannya yang cerdas atau pintar saja.
“Tampilan itu tidak mewakili atau mencerminkan kepribadian seseorang yang sesungguhnya. Kita harus teliti dan cermat dalam mempelajari akhlak dan prilaku yang sesungguhnya, ya jadi partner bisnis saya itu sebetulnya secara tampilan baik tapi ternyata akhlaknya jauh dari tampilannya,” terangnya.
Namun demikian, Andian tidak mau menyebut pengalamannya di bisnis kuliner itu sebagai kegagalan.
Baginya dalam hidup ini, nggak ada istilah gagal karena gagal yang sesungguhnya adalah kehilangan harapan. “Jadi kalau tidak punya harapan lagi. Itu kegagalan yang sebenarnya,” pungkasnya.
Sebaliknya, Ia makin menjadi optimis setelah mendapat pengalaman baru.
“Pengalaman mengenal orang, memilih teman bisnis, membangun jaringan pertemanan dan juga membangun kemampuan bernegosiasi dan lain-lain,” ucap Andian mengakhiri sesi wawancara dengan awak media.
(Hel)
Komentar