Seputar Publik / Berita

Viral Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg dalam Pidato Prabowo, Buruh di Solo Bereaksi

Buruh pengupas bawang di Pasar Legi Solo mengaku terkejut dengan angka Rp700.000 per kilogram dan menyebut nominal tersebut berbeda jauh dari upah yang mereka terima sehari-hari.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh harian pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Jakarta menjadi perhatian publik dan memicu tanggapan buruh serta pedagang bawang di Solo.(Fhoto hanya  Ilustrasi) Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh harian pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI di Jakarta menjadi perhatian publik dan memicu tanggapan buruh serta pedagang bawang di Solo.(Fhoto hanya Ilustrasi)

Salah satunya Siti Amirah (72), buruh pengupas bawang di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah. Siti yang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun mengaku terkejut mendengar nominal tersebut.

“Kaget kok bisa segitu. Nggak mungkin. Lha kira-kira bathine (untungnya) berapa kalau upahnya segitu. Itu keliru,” ujar Siti saat ditemui awak media, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Siti, upah pengupas bawang di Pasar Legi jauh lebih rendah dan bergantung pada jenis pekerjaan serta jumlah bawang yang berhasil dikupas.

Untuk pengupasan awal bawang putih, buruh disebut menerima sekitar Rp10.000 per karung berisi 20 kilogram. Sementara pengupasan hingga bersih disebut mendapat sekitar Rp2.000 per kilogram.

Dalam sehari, Siti mengaku biasanya mampu mengupas sekitar tiga karung.

“Biasane bisa kupas tiga karung sehari ya Rp10.000 kali tiga, Rp30.000 upahnya. Tapi kadang ya satu karungnya nggak penuh,” ujarnya.

Ia mengatakan pendapatannya sebagai buruh pengupas bawang tidak tetap. Dalam kondisi tertentu, penghasilannya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari.

Pedagang Bawang Ikut Berkomentar

Tulis Komentar

Komentar