Menurut Rano, hasil karya Sarnadi Adam yang menampilkan tema Betawi itu memiliki karakter dan ciri khas kekuatan roh budaya. Karenanya, wajar jika Sarnadi telah diundang pameran ke berbagai kota lain di belahan dunia.
Rano menambahkan, kegiatan pameran lukisan Betawi ini merupakan yang perdana digelar di Balai Kota dan tidak akan menjadi terakhir. Ke depan, dipastikan akan dilakukan kegiatan serupa dengan mengajak seniman Betawi lainnya.
"Mudah-mudahan dengan ini masyarakat tahu, ternyata orang Jakarta atau anak Betawi juga ada yang menjadi maestro lukis," pungkasnya.
Sementara itu, Sarnadi Adam mengaku mulai menekuni seni lukis dengan mengangkat tema Betawi sejak 45 tahun lalu. Hasil dari karyanya pernah dipamerkan di berbagai kota dunia seperti Amsterdam, New York, Boston serta berbagai kota di Swedia, Swiss Belgia dan Perancis.
Ia merasa sangat terhormat bisa diundang untuk menggelar pameran ke Balai Kota oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dan ini menjadi yang pertama dalam sejarah hidupnya selama menjadi pelukis diberikan kesempatan untuk tampil di Balaikota, Jakarta.
Usai pameran ini tiga lukisan di antaranya akan diserahkan untuk dipajang di ruang Waki Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bang Rano yang telah memberikan kesempatan saya untuk pameran di pendopo Balai Kota DKI Jakarta, ini merupakan sejarah bukan saja buat Jakarta, tapi juga untuk Indonesia," pungkas Sarnadi Adam.
(helmi)
Komentar