Dalam kesempatan yang sama, Rano juga menyambut Uus Kuswanto yang baru dilantik sebagai Sekda DKI Jakarta. Ia menyampaikan keyakinan bahwa Uus dapat melanjutkan kesinambungan kepemimpinan birokrasi serta mempercepat pelaksanaan program strategis Ibu Kota.
“Kami berharap Pak Uus dapat memperkuat, melanjutkan, dan mempercepat langkah-langkah menuju masa depan Jakarta yang lebih terang,” ucapnya.
Rano kembali menyampaikan apresiasi pribadi kepada Marullah atas hadiah sepeda ontel yang diberikan sebagai kenang-kenangan. Menurutnya, hadiah tersebut bukan hanya simbol persahabatan, tetapi juga jejak ketulusan pengabdian.
“Hari ini, Jakarta berdiri memberi hormat kepada seorang abdi negara yang telah mempersembahkan waktu dan dedikasinya bagi kota ini. Terima kasih, Pak Marullah. Jakarta menyimpan nama Bapak di halaman terhormat dalam kisah pengabdian kota ini,” tutur Rano.
Sementara itu, Marullah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan. Ia mengenang perjalanan kariernya sejak pertama kali menjadi ASN pada 1996 hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekda.
Selama 29 tahun mengabdi, ia menegaskan bahwa seluruh capaian merupakan hasil kerja bersama unsur Pemprov DKI Jakarta, mulai dari ASN, PJLP, P3K, BUMD, hingga DPRD.
“Doakan, meski saya purna tugas, hati saya tetap bersama Pak Gubernur, Pak Wagub, dan semua teman-teman yang hadir di sini,” ujar Marullah.
Acara Pisah Sambut berlangsung hangat dan penuh apresiasi, menandai babak baru kepemimpinan birokrasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Turut hadir dalam acara pisah sambut ini beberapa tokoh Organisasi Kemasyarakatan, dari Permata MHT tampak hadir, Ketua Harian HM Nuh, Sekjen H Supli Ali, Bendahara H Hamzah, Wakil ketua I H Beky Mardani, juga hadir dari Bamus Betawi 1982, H.Zainudin dan Mohammad Ikhsan. (*/hel)
Komentar