Ia mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan memilih bibit yang berkualitas. Selain itu, teknik pengolahan dan juga pengemasan penting untuk diperhatikan.
Lebih lanjut, kata Zulhas, Indonesia memiliki wilayah yang sangat cocok untuk perkebunan kopi Dari wilayah paling barat di mulai dari Aceh, hingga Papua, semua mempunyai biji kopi dengan cita rasa yang khas.
Indonesia memiliki 54 Indikasi Geografis (IG) sebaran kopi, yakni 26 IG arabika, 24 IG robusta, tiga IG liberica dan satu IG excelsa.
"Kopi bukan hanya komoditas tapi bagian dari bentuk kehidupan masyarakat kita di setiap sudut negeri, dari pegunungan Gayo hingga lereng Toraja, kopi menjadi simbol kerja keras, warisan budaya dan kebanggaan bangsa kita," terang Zulhas.
Dirinya berharap Indonesia bisa menyalip posisi Vietnam yang saat ini berada di posisi kedua untuk produsen kopi terbesar di dunia.
Menurutnya, untuk mengembangkan potensi diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Usai membuka acara secara resmi menteri Zulkifli Hasan, meninjau beberapa stand World of Coffee Jakarta 2025. Pameran yang diikuti lebih dari 300 peserta dari lima negara di dunia tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada dunia sekaligus sebagai ruang dialog antara pelaku industri kopi, pemerintah, dan mitra strategis yang berlangsung selama tiga hari (15-17 Mei 2025.).
(*/hel)
Komentar