Beranda
Seputar Publik / Berita

352 Perwira Transportasi Dilantik di Madiun, BPSDMP Tekankan Integritas dan Kolaborasi Antarmoda

Lulusan PPI Madiun, Poltekbang Surabaya, dan API Banyuwangi disiapkan menjadi SDM transportasi yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu memperkuat konektivitas antarmoda.
Sebanyak 352 perwira transportasi dari tiga perguruan tinggi di lingkungan BPSDMP resmi dilantik di Madiun, Jumat (15/8/2026). Para lulusan didorong mengedepankan integritas, kompetensi, dan kolaborasi dalam membangun transportasi Indonesia yang terintegrasi. Sebanyak 352 perwira transportasi dari tiga perguruan tinggi di lingkungan BPSDMP resmi dilantik di Madiun, Jumat (15/8/2026). Para lulusan didorong mengedepankan integritas, kompetensi, dan kolaborasi dalam membangun transportasi Indonesia yang terintegrasi.

Seputarpublik.com || MADIUN — Sebanyak 352 perwira transportasi dari tiga perguruan tinggi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) resmi dilantik dalam upacara pelantikan gabungan Tahun Akademik 2025/2026 di Madiun, Sabtu (15/8/2026).

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Politeknik Penerbangan Surabaya, dan Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk menerapkan kompetensi, karakter, dan integritas yang diperoleh selama masa pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di sektor transportasi nasional.

BPSDMP Dorong Kolaborasi Antarmoda


Kepala BPSDMP Suharto mengatakan pelantikan gabungan tiga perguruan tinggi dari matra berbeda menunjukkan pentingnya membangun kolaborasi antarmoda sejak dari lingkungan pendidikan.

Menurutnya, integrasi antarmoda menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan transportasi, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan keterhubungan antarsimpul transportasi.

“Ini merupakan suatu bukti bahwa kolaborasi antarmatra ini bisa berjalan dengan baik. Kolaborasi antarmoda menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai persoalan transportasi, khususnya yang berkaitan dengan konektivitas dan integrasi antarsimpul transportasi,” ujar Suharto.

Ia juga mengingatkan para perwira bahwa ikrar yang diucapkan dalam prosesi pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas.

“Apa yang Anda ikrarkan tentunya menjadi komitmen untuk bisa dipenuhi dan dilaksanakan,” katanya.

Diminta Terus Belajar dan Adaptif

Suharto berpesan agar para perwira tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, masa pendidikan selama tiga tahun merupakan fondasi awal sebelum para lulusan menempuh perjalanan karier yang lebih panjang. Karena itu, mereka perlu terus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi serta dinamika sektor transportasi.

“Teruslah berjuang karena Indonesia selalu memanggil Anda karena Anda nantinya akan menjadi panglima-panglima transportasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Selain kemampuan teknis, para perwira juga diminta menjaga integritas, karakter, serta nama baik pribadi dan almamater.

Suharto menegaskan keberhasilan dalam membangun karier tidak hanya ditentukan kompetensi dan kerja keras, tetapi juga membutuhkan doa serta dukungan orang tua.

352 Lulusan dari Tiga Perguruan Tinggi

Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ahmad Bahrawi dalam laporannya menyampaikan, pelantikan gabungan tersebut diikuti 352 perwira transportasi.

Rinciannya:

• 218 lulusan PPI Madiun

• 74 lulusan Politeknik Penerbangan Surabaya

• 60 lulusan API Banyuwangi

Pelantikan bersama tersebut menjadi bagian dari upaya BPSDMP menyiapkan SDM transportasi yang memiliki kompetensi sekaligus karakter dan integritas.

Para lulusan diharapkan mampu bekerja secara profesional serta membangun sinergi lintas moda ketika memasuki dunia kerja.

Siapkan SDM Transportasi Masa Depan

BPSDMP menilai kebutuhan terhadap SDM transportasi yang unggul semakin penting seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional.

Karena itu, para perwira tidak hanya dibekali kemampuan sesuai bidang masing-masing, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kemampuan berkolaborasi dan beradaptasi dengan perubahan.

Dengan bekal kompetensi dan karakter yang diperoleh selama pendidikan, para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan sistem transportasi Indonesia yang aman, nyaman, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Madiun, 15 Agustus 2026

 (Sumber: Humas BPSDMP Perhubungan)

* Koresponden: Gamaliel Ronaldo & Dencio M Tehupeiory