Selain memperkuat tata kelola, PTPN I juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan berbasis geospasial, sistem informasi aset, hingga pemantauan secara berkala.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan bisnis.
> “Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” katanya.
Abdul Rivai menambahkan, optimalisasi aset tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari investasi strategis dalam membangun perusahaan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.
> “Setiap nilai tambah yang dihasilkan dari pengelolaan aset akan memperkuat bisnis inti perusahaan, mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara,” ujarnya.
Dengan kekuatan aset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Abdul Rivai optimistis PTPN I dapat terus berkembang sebagai perusahaan perkebunan nasional yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.
> “Kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan perusahaan. Melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan, aset tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan yang membawa PTPN I semakin kuat, bernilai, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Adv)*
Komentar