Soal kesejahteraan, ini hampir tidak dianggap tabu. Padahal, wartawan lapar sulit menulis dengan jernih. Anggota media PWI butuh model bisnis baru. Kenapa tidak bicara soal diversifikasi pendapatan? Mengapa tidak berani memasuki wilayah digital, kolaborasi e-commerce, atau bahkan membangun aplikasi berita yang dikelola bersama?
Dan jangan lupa, sinergi. Dunia pers tidak bisa lagi jalan sendiri. Munir, dengan posisi dan jejaringnya di Antara, mempunyai peluang untuk mewujudkan kerja sama dengan pemerintah maupun swasta. Jika dianggap serius, inilah pintu masuk bagi media untuk bertahan hidup, bahkan berkembang.
Kawan-kawan, kita paham tantangan ini tidak kecil. Tapi justru karena berat, langkah-langkah kecil yang membuahkan hasil nyata akan terasa luar biasa. Apa yang dulu dianggap klise bisa berubah jadi istimewa kalau kali ini hasilnya berbeda.
Maka, mari kita titipkan harapan kepada Munir. Selamat bekerja, nakhoda baru rumah besar wartawan. Semoga PWI benar-benar kembali jadi tempat kita semua berteduh, dan bukan lagi arena pertikaian yang melelahkan.
Penulis : Tundra Meliala
Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat
Anggota PWI
Komentar