Seputar Publik / Berita

Aksi Brutal di Bondowoso, Massa Jarah Posyandu dan Aset Java Coffee Estate, Kerugian Negara Tembus Rp12 Miliar

Konflik lahan berujung kriminalitas, bangunan fasilitas kesehatan hingga rumah dinas dibongkar dan dijarah; pekerja diliputi ketakutan, aparat diminta segera bertindak tegas.
Aksi penjarahan brutal di Bondowoso menghancurkan fasilitas Posyandu dan aset perkebunan. Kerugian negara ditaksir tembus Rp12 miliar. Pekerja kini diliputi rasa takut, aparat diminta segera bertindak tegas.( Fhoto ilustrasi/SP). Aksi penjarahan brutal di Bondowoso menghancurkan fasilitas Posyandu dan aset perkebunan. Kerugian negara ditaksir tembus Rp12 miliar. Pekerja kini diliputi rasa takut, aparat diminta segera bertindak tegas.( Fhoto ilustrasi/SP).

Selain itu, massa juga diduga melakukan penebangan pohon mahoni, sengon, dan jabon, serta membakar arsip penting perusahaan.

“Berdasarkan data internal kami, total kerugian akibat rentetan kejadian ini telah mencapai lebih dari Rp12 miliar,” ungkapnya.

Pekerja Dihantui Rasa Takut

Di sisi lain, kondisi ini turut berdampak pada psikologis para pekerja. Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) NXII, Bramantya Admaja, menyatakan bahwa para pekerja kini bekerja dalam tekanan dan ketakutan.

“Kalau fasilitas Posyandu saja bisa dijarah, bagaimana dengan keselamatan pekerja? Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas sebelum ada korban jiwa,” ujarnya.

Situasi di kawasan perkebunan hingga kini masih menjadi perhatian serius, dengan harapan penegakan hukum dapat segera dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.(red)*

Tulis Komentar

Komentar