Selain itu, massa juga diduga melakukan penebangan pohon mahoni, sengon, dan jabon, serta membakar arsip penting perusahaan.
“Berdasarkan data internal kami, total kerugian akibat rentetan kejadian ini telah mencapai lebih dari Rp12 miliar,” ungkapnya.
Pekerja Dihantui Rasa Takut
Di sisi lain, kondisi ini turut berdampak pada psikologis para pekerja. Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) NXII, Bramantya Admaja, menyatakan bahwa para pekerja kini bekerja dalam tekanan dan ketakutan.
“Kalau fasilitas Posyandu saja bisa dijarah, bagaimana dengan keselamatan pekerja? Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas sebelum ada korban jiwa,” ujarnya.
Situasi di kawasan perkebunan hingga kini masih menjadi perhatian serius, dengan harapan penegakan hukum dapat segera dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.(red)*
Komentar