Seputar Publik / Berita

AMKI Ziarah ke Makam BM Diah dan Rosihan Anwar, Meneguhkan Ingatan Pers Pejuang Bangsa

Peringati HPN ke-40, refleksi sejarah jurnalisme: dari perbedaan, konflik, hingga rekonsiliasi demi bangsa
Jajaran pengurus AMKI melakukan ziarah dan tabur bunga di makam BM Diah dan Rosihan Anwardi TMP Kalibata dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional ke-40. Jajaran pengurus AMKI melakukan ziarah dan tabur bunga di makam BM Diah dan Rosihan Anwardi TMP Kalibata dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional ke-40.

Bagi AMKI, ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang pers Indonesia yang tumbuh dari semangat kemerdekaan dan terus diuji dinamika zaman.

Tundra Meliala menegaskan, BM Diah dan Rosihan Anwar adalah representasi jurnalis yang menyatukan idealisme pers dengan kesadaran kebangsaan.

> “Jurnalisme Indonesia tidak hanya dibangun oleh berita dan tajuk rencana, tetapi oleh keberanian sikap serta kesediaan memikul risiko sejarah,” ujar Tundra.


BM Diah: Pers, Proklamasi, dan Tanggung Jawab Bangsa

BM Diah, kelahiran Kutaraja (Aceh), 7 April 1917, dikenal sebagai jurnalis, diplomat, dan pengusaha pers. Namanya tercatat dalam sejarah nasional karena perannya menyelamatkan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Ia mendirikan harian Merdeka pada 1 Oktober 1945 dan memimpinnya hingga akhir hayat. Melalui media tersebut, BM Diah menegaskan pentingnya kemerdekaan pers, profesionalisme, dan tanggung jawab informasi kepada publik. Ia juga pernah menjabat Menteri Penerangan pada periode 1966–1968.

Tulis Komentar

Komentar