Seputar Publik / Berita

Apresiasi DPRD DKI, Warga Usia 60 Tahun Masih Semangat Sekolah Lewat Program Paket

Komisi E DPRD DKI Jakarta mendorong program pendidikan kesetaraan terus diperluas sekaligus meminta penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi sekolah dan orang tua.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, mengapresiasi program sekolah paket yang memberikan kesempatan kepada warga putus sekolah, termasuk masyarakat lanjut usia, untuk kembali memperoleh pendidikan. Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, mengapresiasi program sekolah paket yang memberikan kesempatan kepada warga putus sekolah, termasuk masyarakat lanjut usia, untuk kembali memperoleh pendidikan.

Ia berharap program pendidikan kesetaraan tersebut dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya. Dengan demikian, semakin banyak warga Jakarta yang mengalami putus sekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan.

Komisi E Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter Anak

Selain mengapresiasi program sekolah paket, Subki juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga pendidikan. Peran orang tua dan lingkungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun kepribadian, sikap, serta perilaku anak.

Ia menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan telah diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Subki meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera mengkaji bentuk implementasi ketentuan tersebut agar pelibatan orang tua dalam proses pendidikan anak dapat berjalan lebih luas dan optimal.

Menurutnya, sinergi antara sekolah dan keluarga diperlukan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga karakter, sikap, dan perilaku yang baik.

"Sebab semakin hari semakin nyata kebutuhan kita akan karakter-karakter yang lebih baik," tandasnya.

Melalui penguatan akses pendidikan kesetaraan dan pendidikan karakter, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di DKI Jakarta dapat semakin inklusif sekaligus mampu membentuk generasi yang berpengetahuan dan berkarakter.

*(Penulis; Helmi)

Tulis Komentar

Komentar