Seputar Publik / Opini

Asri Hadi alias Buyung: Grafik Kehidupan Anak Lintau, dari Kemapanan hingga Pengabdian dan Jalan Pulang

Biografi Asri Hadi: Perjalanan, Pengabdian dan Jalan Pulang* mengisahkan perjalanan seorang putra Lintau, Tanah Datar, yang melewati dinamika kehidupan, membangun kepedulian terhadap persoalan narkoba, meniti karier di dunia pemerintahan, hingga memilih jalan jurnalistik.
Asri Hadi alias Buyung, putra Lintau, Tanah Datar, dalam kisah perjalanan hidup yang penuh dinamika. Buku biografinya, *Asri Hadi: Perjalanan, Pengabdian dan Jalan Pulang*, merekam perjalanan keluarga, pendidikan, pengabdian sosial, karier, hingga pilihan hidupnya menjadi pewarta. Asri Hadi alias Buyung, putra Lintau, Tanah Datar, dalam kisah perjalanan hidup yang penuh dinamika. Buku biografinya, *Asri Hadi: Perjalanan, Pengabdian dan Jalan Pulang*, merekam perjalanan keluarga, pendidikan, pengabdian sosial, karier, hingga pilihan hidupnya menjadi pewarta.

Pada usia 41 tahun, Asri Hadi terpikat kepada Marie Loedin, perempuan berdarah Indo-Minang dan Belanda. Hubungan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan keluarga Buyung.

Selama sekitar dua dekade, Buyung dan Marie bersama dua putri mereka tinggal di kompleks perumahan IIP di kawasan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Rumah itu menjadi saksi perjalanan keluarga, tempat membangun kenangan, serta ruang bagi kehidupan pribadi di tengah kesibukan pekerjaan dan berbagai aktivitas sosial.

Ketika memasuki masa pensiun, Buyung meninggalkan rumah yang menyimpan banyak kenangan tersebut. Namun, pensiun ternyata bukan akhir dari perjalanan.

Memilih Jalan Jurnalistik

Setelah melewati berbagai fase kehidupan, Buyung kembali mengambil jalur yang berbeda: menjadi pewarta.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seseorang tidak selalu berakhir ketika memasuki masa pensiun. Selalu ada ruang untuk mencoba hal baru, memperluas pengalaman, dan menemukan makna lain dalam kehidupan.

Dunia jurnalistik memberinya kesempatan untuk terus bergerak, bertemu orang-orang baru, mengikuti peristiwa, serta merekam dinamika masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar