> “Kondisinya terus kami kejar. Sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui. Saat ini hanya tersisa satu titik genangan di KM 13,” ungkapnya.
Dalam penanganan banjir Jakarta Barat, Pemprov DKI mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung. Sejumlah alat berat seperti dump truck, excavator, dan combi jetting juga dikerahkan. Pompa bantuan dari Jakarta Utara dan Jakarta Pusat turut didatangkan guna mempercepat penanganan.
Pemprov DKI Jakarta juga membuka pos kesehatan dan layanan sosial di berbagai titik pengungsian, serta memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pramono menambahkan, meski penyumbatan sampah di sungai relatif berkurang, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.
> “Karena hujan ekstrem ini, kami menyetujui kebijakan work from home (WFH) dan school from home (SFH). Surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja,” jelasnya.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pramono memerintahkan normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Sementara langkah jangka pendek difokuskan pada OMC, pembersihan saluran air, serta edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
> “Kalau tidak kita lakukan bersama-sama, banjir bisa terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” pungkas Pramono. (*/hel)
Komentar