Seputar Publik / Berita

Bicara di PBB, Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dan Dorong Solusi Politik Berkelanjutan

Petisioner Indonesia di Komite 4 PBB memaparkan pembangunan Laayoune dan Dakhla, infrastruktur strategis, energi terbarukan, serta pandangannya terhadap perkembangan proses politik Sahara Barat.
Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB. Direktur Geopolitik GREAT Institute dan dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, menyampaikan pandangan mengenai pembangunan dan perkembangan politik Sahara Barat dalam forum Komite 4 PBB.

Ia kemudian menyoroti penerapan New Development Model atau Model Pembangunan Baru yang mulai diterapkan pada 2015 di wilayah Sahara.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah mendorong perubahan di sejumlah kota, terutama Laayoune dan Dakhla, yang berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi.

«“Saat berkunjung ke Dakhla pada Agustus 2024, saya menyaksikan sendiri besarnya kemajuan ini. Bukti nyata komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan,” ujar Teguh.»

Soroti Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi

Dalam pemaparannya di forum PBB, Teguh menyoroti sejumlah proyek pembangunan infrastruktur strategis yang menurutnya berperan dalam menghubungkan wilayah Sahara dengan koridor perdagangan yang lebih luas.

Salah satunya adalah proyek jalan Tiznit–Dakhla yang menghubungkan wilayah selatan Maroko hingga Dakhla. Selain itu, pembangunan Pelabuhan Atlantik Dakhla juga disebut sebagai bagian dari pengembangan konektivitas dan aktivitas ekonomi kawasan.

Jalan Tiznit–Dakhla sendiri merupakan bagian dari jaringan infrastruktur yang menghubungkan wilayah selatan Maroko dengan kawasan Mauritania dan Afrika Barat.

Tulis Komentar

Komentar