Seputar Publik / Opini

Budaya Ki Sunda di Tanah Kelahirannya: Menjaga Amanat Leluhur dan Merawat Kedaulatan Identitas

Penulis: Abah Anton Charliyan (Ketua Umum Majelis Adat Sunda) bersama Kang Martin B. Chandra (Koordinator Bandung Ngariung)
Abah Anton Charliyan (Ketua Umum Majelis Adat Sunda) bersama Kang Martin B. Chandra (Koordinator Bandung Ngariung). Abah Anton Charliyan (Ketua Umum Majelis Adat Sunda) bersama Kang Martin B. Chandra (Koordinator Bandung Ngariung).

"Sampurasun..🙏

Sebagai bagian dari masyarakat Sunda, kami mencermati berbagai dinamika sosial dan budaya yang berkembang sejak era reformasi hingga hari ini. Di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman yang begitu cepat, muncul satu pertanyaan penting yang patut direnungkan bersama: masihkah budaya Sunda berdaulat di tanah kelahirannya sendiri?

Setiap kali upaya pelestarian budaya leluhur dilakukan, sering kali muncul berbagai perdebatan, bahkan tak jarang diiringi pandangan yang mempertanyakan relevansi maupun keberadaannya. Padahal, budaya Sunda sejak dahulu dikenal sebagai peradaban yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap perbedaan.

Leluhur Sunda menerima berbagai pengaruh luar dengan lapang dada. Beragam ajaran, bahasa, serta budaya yang datang dari luar tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses perjumpaan peradaban yang memperkaya kehidupan bersama.

Namun di tengah keterbukaan tersebut, ada satu hal yang tetap dijaga dengan teguh oleh para pendahulu: jati diri dan akar budaya sendiri.

Hari ini, tantangan terbesar bukan hanya datang dari perubahan zaman, tetapi juga dari kemungkinan melemahnya kesadaran generasi penerus terhadap nilai-nilai budaya warisan leluhur.

Tulis Komentar

Komentar