Hendry menggunakan pengalaman pribadi itu untuk menunjukkan bahwa truk katering bukan sesuatu yang sepenuhnya asing dalam konteks operasional penerbangan, meskipun alasan dan situasinya berbeda.
Pengalaman yang Kembali Teringat
Pengalaman tersebut bahkan berlanjut ketika pesawat Singapore Airlines melakukan transit di Singapura.
Hendry menyebut dirinya menjadi satu-satunya penumpang yang diperbolehkan tetap berada di kursi karena kondisi fisiknya, sementara penumpang lain turun dari pesawat sesuai prosedur transit.
Baginya, pengalaman tersebut menjadi kenangan unik dalam perjalanan panjang sebagai wartawan.
Peristiwa Trump yang ramai dibicarakan di media Amerika Serikat kemudian membuat kenangan itu kembali muncul.
Media Harus Tetap Kritis dan Profesional
Pada akhirnya, catatan Hendry bukan sekadar membandingkan pengalaman seorang presiden dengan pengalaman seorang wartawan.
Lebih dari itu, ia menggarisbawahi pentingnya ketekunan, keberanian, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik dalam mencari informasi yang memiliki kepentingan publik.
Media, menurutnya, harus terus bekerja untuk memperoleh fakta, termasuk ketika informasi tersebut berkaitan dengan figur berpengaruh dan isu yang sensitif.
Pada saat yang sama, setiap informasi yang belum terkonfirmasi perlu ditempatkan secara proporsional agar pemberitaan tidak berubah menjadi spekulasi.
“Presiden harus aman,” tulis Hendry, seraya menegaskan bahwa dari sisi keamanan, langkah antisipasi terhadap ancaman tetap diperlukan.
Namun bagi dunia pers, pelajaran lainnya juga jelas: sebesar apa pun nilai berita sebuah peristiwa, tugas wartawan tetap mencari fakta, melakukan verifikasi, dan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Ciputat, 12 Agustus 2026.
* (Penulis: Hendry Ch Bangun - Tokoh Pers Nasional dan Mantan Wakil Ketua Dewan Pers)
Komentar