Seputar Publik / Berita

Dari Lembah Tidar, AMKI dan Akmil Gaungkan Semangat Kebangsaan di Ruang Digital

Ketua Umum AMKI Tundra Meliala menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pihak Akmil. Ia menegaskan bahwa AMKI, sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media lintas platform dan konten digital, siap menjalin sinergi yang konstruktif dengan Akmil dalam memperkuat literasi media dan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami dari AMKI siap berkolaborasi dengan Akmil dalam berbagai program yang dapat memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan literasi media di era digital,” ujar Tundra, yang juga alumnus Lemhannas PPRA 51.


Menanggapi hal tersebut, Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Lulusan Akmil 1993 dari Kecabangan Infanteri (Kopassus) itu menilai kolaborasi antara lembaga pendidikan militer dan organisasi media penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta membangun ketahanan informasi bangsa.

“Kami menyambut baik kehadiran AMKI. Kolaborasi ini penting, terlebih di tengah derasnya arus media saat ini,” ujar Rano.

Dalam kesempatan itu, Rano juga menegaskan peran Akmil sebagai kawah candradimuka yang melahirkan calon pemimpin bangsa. Ia menjelaskan makna semboyan Akmil, Adhitakarya Mahatvavirya Nagarabhakti, yang berarti “Prajurit terbaik dengan semangat besar untuk mengabdi kepada negara.”

Menurut Rano, Akmil tidak hanya mencetak pemimpin melalui sistem pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan keteladanan.

“Pemimpin sejati tidak hanya dilahirkan, tetapi juga dibentuk melalui proses panjang pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab,” tutur jenderal bintang dua yang pernah menjabat Dandim 1701/Jayapura itu.

Rano mencontohkan beberapa lulusan Akmil yang kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto, sebagai bukti kontribusi lembaga tersebut dalam mencetak pemimpin bangsa.

Pertemuan juga diwarnai diskusi seputar peran media dalam pembinaan generasi muda, penguatan kepemimpinan, kegiatan retret serta isu-isu kebangsaan, termasuk situasi Papua.

Audiensi diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata antara kedua pihak sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di masa mendatang.(rls)

Tulis Komentar

Komentar