Menurutnya, perkembangan teknologi digital, media sosial, dan AI telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, hingga memahami realitas sosial. Karena itu, dunia pendidikan dituntut mampu beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam aktivitas akademik maupun organisasi dapat menjadi instrumen pendukung selama tetap menjunjung tinggi integritas, etika, dan tanggung jawab akademik.
“Pemanfaatan AI dalam kegiatan organisasi bukanlah sesuatu yang naif selama integritas tetap terjaga,” katanya.
Ahmad menambahkan, perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan industri atau penguasaan keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang berpikir kritis, memiliki kepekaan sosial, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, tugas perguruan tinggi adalah melahirkan generasi yang adaptif tanpa kehilangan integritas dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, FIKOM UMB menggelar Bunga Rampai Webinar yang menjadi wadah diseminasi hasil riset doktoral enam dosen yang baru menyelesaikan studi doktor. Forum tersebut membahas berbagai isu transformasi komunikasi, mulai dari digital parenting, migrasi media televisi, pemberdayaan masyarakat di media baru, hingga perkembangan komunitas virtual di Indonesia.
Komentar