Seputar Publik / Opini

Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka: Menjaga Kemandirian Belajar di Era AI

AI membuka peluang besar bagi pendidikan jarak jauh, tetapi inovasi teknologi harus tetap menempatkan daya pikir, integritas, dan kemandirian mahasiswa sebagai inti pembelajaran.
Mohamad Pandu Ristiyono merefleksikan tantangan pendidikan jarak jauh Universitas Terbuka di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada momentum Dies Natalis ke-42. Mohamad Pandu Ristiyono merefleksikan tantangan pendidikan jarak jauh Universitas Terbuka di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada momentum Dies Natalis ke-42.

Dan yang paling penting:

“Apa yang Anda pahami setelah mengerjakan tugas ini?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menggeser orientasi evaluasi dari sekadar produk menuju proses berpikir.

Menjaga Jiwa Pendidikan Jarak Jauh

Teknologi digital telah menjadi bagian penting dari perjalanan UT. Karena itu, inovasi teknologi bukan sesuatu yang perlu ditakuti.

Justru UT memiliki modal historis untuk terus mengambil peran dalam pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dalam pendidikan jarak jauh.

Namun, kecanggihan teknologi tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Platform yang semakin pintar, bahan ajar yang semakin interaktif, sistem ujian yang semakin canggih, dan AI yang semakin responsif hanyalah alat.

Ruh pendidikan tinggi tetap berada pada manusia: kemampuan berpikir kritis, keberanian bertanya, kedalaman memahami, integritas, dan kebijaksanaan dalam menggunakan pengetahuan.

Inovasi yang berdampak bukanlah inovasi yang membuat manusia semakin sedikit berpikir.

Tulis Komentar

Komentar