Kondisi tersebut mendorong KBN mengembangkan sistem pengolahan air secara mandiri guna menjamin kebutuhan industri tetap terpenuhi. Beberapa sektor industri bahkan membutuhkan kualitas air yang lebih tinggi dibandingkan standar air yang tersedia dari jaringan umum.
“Karena kebutuhan industri relatif tinggi, KBN melakukan pengolahan air sendiri. Bahkan ada kebutuhan tertentu yang memerlukan kualitas air lebih tinggi daripada air PAM. Ini menjadi hal yang penting untuk kami pelajari lebih lanjut,” ujarnya.
Jadi Bahan Penyempurnaan Ranperda SPAM
Aziz menegaskan seluruh informasi yang diperoleh selama kunjungan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan pasal-pasal Ranperda SPAM. Tujuannya agar regulasi yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan sektor industri sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Jakarta.
“Semua data dan informasi yang kami peroleh hari ini akan menjadi referensi dalam mengambil keputusan terhadap pasal-pasal yang sedang dibahas dalam Ranperda Sistem Penyelenggaraan Air Minum. Kami ingin regulasi yang lahir nantinya benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dunia usaha,” kata Aziz.
Melalui proses pendalaman yang dilakukan di berbagai lokasi strategis, DPRD DKI Jakarta berharap Ranperda SPAM dapat menjadi landasan hukum yang kuat untuk mewujudkan sistem penyediaan air yang lebih andal, berkelanjutan, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh sektor, termasuk kawasan industri yang menjadi tulang punggung perekonomian ibu kota.(*/hel)
Komentar