Ia juga menekankan pentingnya nilai religius dalam kegiatan tersebut. Dengan lokasi latihan di lingkungan masjid, peserta tetap didorong untuk menjalankan ibadah di sela aktivitas.
“Ketika waktu salat tiba, mereka juga melaksanakan ibadah. Ini bagian dari pembinaan akhlak,” jelasnya.
Pihak kelurahan, lanjut Arief, mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas, termasuk area masjid dan halaman kantor kelurahan.
Ketua Karang Taruna Unit RW 003 Kelurahan Kapuk, Sofyan Hadi, menyebut program ini menjadi solusi atas minimnya wadah pengembangan minat dan bakat anak.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan mulai dari usia dini hingga dewasa, sekaligus mengurangi aktivitas kurang produktif seperti penggunaan gawai berlebihan,” katanya.
Ia menambahkan, program ini terbuka bahkan untuk anak usia 4 tahun dan diberikan secara gratis, baik pendaftaran maupun biaya latihan.
“Semua gratis untuk masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Karang Taruna berencana mengembangkan program lanjutan, seperti pelatihan bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, serta berbagai keterampilan lainnya.
Ketua DKM Masjid Al Ma’mur sekaligus Ketua RT 07/03, H. Suradji, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif.
“Pencak silat menjadi media pembinaan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual,” ujarnya.
Komentar