Menurutnya, penggunaan nama Mohammad Husni Thamrin pada Permata MHT bukan sekadar identitas organisasi, melainkan bentuk penghormatan atas jasa besar sang pahlawan yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mampu menyatukan warga Jakarta dari berbagai latar belakang.
"Mohammad Husni Thamrin adalah sosok yang mempersatukan kita. Apa pun kebaikan yang dilakukan untuk sebesar-besarnya kemaslahatan masyarakat akan terus dikenang. Itulah warisan perjuangan yang harus menjadi teladan bagi keluarga besar Permata MHT dan masyarakat Jakarta," ujar Marullah.
Ia berharap nilai-nilai perjuangan, kepedulian, dan pengabdian Mohammad Husni Thamrin terus hidup di tengah masyarakat serta mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki semangat membangun Jakarta yang maju dan berbudaya.
Pada kesempatan yang sama, H. Beky Mardani mengulas perjalanan perjuangan Mohammad Husni Thamrin sebagai tokoh Betawi yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
Ia menjelaskan, Thamrin mengawali kiprahnya sebagai anggota Dewan Kota Batavia pada 1919, kemudian menjadi anggota Volksraad, serta mendirikan organisasi Kaum Betawi yang turut mengantarkan keterwakilan masyarakat Betawi dalam Kongres Pemuda hingga lahirnya Sumpah Pemuda 1928.
Beky juga menyoroti perjuangan Thamrin dalam memperjuangkan penggunaan istilah "Indonesia" menggantikan sebutan "Inlander", memperjuangkan perbaikan kampung-kampung Betawi, hingga membela kepentingan rakyat kecil.
Komentar