Beranda
Seputar Publik / Teknologi

ICX Jakarta 2026 Resmi Berakhir, 20.538 Pengunjung dan Transaksi Rp6,5 Miliar Warnai Industri Kopi Indonesia

Digelar selama tiga hari di JICC, Indonesia Coffee Expo 2026 mempertemukan petani, roaster, barista, UMKM, brand kopi, hingga pelaku industri dari sejumlah negara.
Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi berakhir dengan catatan 20.538 pengunjung dan transaksi sekitar Rp6,5 miliar, sekaligus memperkuat kolaborasi industri kopi Indonesia. Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi berakhir dengan catatan 20.538 pengunjung dan transaksi sekitar Rp6,5 miliar, sekaligus memperkuat kolaborasi industri kopi Indonesia.

Seputarpublik.com || JAKARTA — Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi berakhir setelah tiga hari mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir. Digelar pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), kegiatan tersebut mencatat 20.538 pengunjung dan nilai transaksi sekitar Rp6,5 miliar selama pameran berlangsung.

Para pengunjung terdiri dari petani, roaster, barista, pelaku UMKM, komunitas, hingga masyarakat umum penikmat kopi.

Lebih dari 115 brand turut ambil bagian. Kehadiran exhibitor dari Malaysia, Jepang, Uni Emirat Arab (Dubai), dan Yaman juga membuka ruang pertemuan lebih luas antara pelaku industri kopi Indonesia dengan pasar serta pelaku usaha dari berbagai negara.

Dari sisi transaksi, penyelenggara mencatat nilai sekitar Rp6,5 miliar.

Angka tersebut menunjukkan potensi ekonomi industri kopi yang tidak hanya berkembang melalui budaya konsumsi, tetapi juga perdagangan, bisnis, kreativitas, dan kolaborasi antarpelaku usaha.

ICX Jakarta 2026 diselenggarakan Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), dengan dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Industri Kopi Indonesia Terus Tumbuh

Pertumbuhan yang terlihat dalam ICX Jakarta 2026 sejalan dengan perkembangan industri kopi nasional.

Data International Coffee Organization (ICO) mencatat konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02 persen dalam 10 tahun terakhir. Sementara jumlah kafe di Indonesia disebut tumbuh sekitar 16 persen setiap tahun.

Di Jakarta, pelaku usaha yang berkaitan dengan industri kopi tercatat hampir mencapai 193.000 orang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kopi telah berkembang jauh melampaui komoditas pertanian dan minuman. Di dalamnya terdapat rantai ekonomi yang melibatkan petani, pengolah, roaster, barista, pemilik kedai, UMKM, distributor, hingga industri kreatif.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa menilai penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 menjadi salah satu gambaran semakin matangnya industri kopi Indonesia.

«“Yang kami lihat sepanjang ICX Jakarta 2026, dari kompetisi hingga interaksi di lapangan, menunjukkan bahwa pelaku industri kopi kita, dari petani, roaster, hingga barista muda, semakin matang dan percaya diri untuk bersaing, bahkan di panggung internasional,” ujar Daryanto.»

Menurutnya, kemampuan pelaku industri kopi Indonesia tidak hanya terlihat dari kemampuan mengolah kopi, tetapi juga dalam menawarkan biji kopi spesial, membangun brand, hingga mengembangkan bisnis.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi kopi Indonesia untuk terus naik kelas dan memperluas pasar.

Kompetisi Barista hingga Bar Takeover

Salah satu magnet ICX Jakarta 2026 datang dari kompetisi Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta.

Babak final mempertemukan 15 peserta dari 12 brand kopi Indonesia. Kompetisi berlangsung mulai Round 1 hingga Final Round dan menjadi ruang bagi para barista menunjukkan kemampuan mereka di hadapan industri dan pengunjung.

Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Roastery keluar sebagai Juara 1. Juara 2 diraih Michelle Chandra sebagai kompetitor independen, sedangkan Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers menempati posisi Juara 3.

Komposisi tersebut memperlihatkan beragamnya latar belakang pelaku industri kopi Indonesia. Kompetisi tidak hanya menjadi ruang bagi barista dari roastery yang telah mapan, tetapi juga membuka kesempatan bagi individu untuk bersaing secara mandiri.

Regenerasi barista menjadi salah satu aspek penting dalam kompetisi tersebut. Para talenta muda diharapkan dapat terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui World Barista Championship (WBC).

Namun, ICX Jakarta 2026 tidak hanya berbicara mengenai kompetisi.

Selama tiga hari, pengunjung juga disuguhi berbagai program, mulai dari Brew Talks yang membahas perjalanan biji kopi hingga menjadi brand yang dipercaya konsumen, hingga Brew Bars Takeover yang menghadirkan barista ternama untuk meracik kopi secara langsung.

Program Unfiltered juga menghadirkan sejumlah figur publik, di antaranya Tarra Budiman, Diskopantera, Irpan (@sarcastichusband), dan Aghniny Haque.

Rangkaian acara kemudian ditutup melalui Coffee Rave Party bersama Moluccan Soul.

BTN Dorong Ekosistem Kopi Naik Kelas

Kolaborasi industri turut diperkuat melalui dukungan BTN dalam ICX 2026.

Melalui balé by BTN, pengunjung mendapatkan berbagai program promosi, mulai dari cashback hingga Rp150.000 hingga hadiah mesin kopi dan tabungan senilai Rp9 juta bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama pameran.

BTN juga menghadirkan fasilitas transaksi bagi pengunjung maupun exhibitor untuk mendukung aktivitas bisnis selama ICX Jakarta 2026.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, berakhirnya ICX 2026 bukan berarti berakhir pula kolaborasi yang telah dibangun.

«“ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai,” ujar Nixon.»

Menurutnya, berbagai koneksi yang terbentuk selama rangkaian ICX perlu dilanjutkan menjadi kerja sama nyata untuk membuka peluang baru sekaligus memperkuat pelaku usaha di industri kopi.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ekosistem yang saling terhubung dalam pengembangan industri kopi, bukan hanya mengandalkan kemampuan pelaku usaha di masing-masing rantai bisnis.

ICX Bersiap Menjangkau Lebih Banyak Kota

ICX Jakarta 2026 menjadi kota penutup rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan.

Namun, berakhirnya penyelenggaraan di Jakarta menjadi awal bagi rencana pengembangan ICX ke lebih banyak daerah di Indonesia.

Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A. Sumarijanto mengatakan pihaknya ingin membawa ICX lebih dekat dengan berbagai daerah yang memiliki potensi kopi sekaligus ekosistem pendukungnya.

«“ICX Jakarta 2026 sudah selesai, tapi ini bukan garis akhir. Ini menjadi titik awal dari outreach program kami untuk terus mendekatkan ICX ke lebih banyak daerah di Indonesia,” kata Michael Bayu.»

Menurutnya, setelah Surabaya, Medan, dan Jakarta, ICX akan terus hadir di kota-kota lain sehingga potensi kopi daerah dapat semakin dikenal.

Dari Pameran Menuju Kolaborasi

Dengan berakhirnya ICX Jakarta 2026, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 resmi tuntas digelar di tiga kota.

Namun, perjalanan industri kopi Indonesia masih terus berjalan.

Pertemuan antara petani, roaster, barista, pemilik brand, UMKM, komunitas, lembaga keuangan, hingga pelaku industri dari mancanegara selama ICX 2026 menunjukkan bahwa masa depan kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas bijinya.

Kemampuan membangun ekosistem, memperluas pasar, melahirkan talenta baru, serta mengubah setiap pertemuan menjadi kolaborasi yang menghasilkan nilai ekonomi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan industri tersebut.

Karena itu, setelah ICX Jakarta 2026 berakhir, perhatian berikutnya mengarah pada kota-kota yang akan menjadi persinggahan Indonesia Coffee Expo selanjutnya dan bagaimana kopi dari berbagai daerah Indonesia dapat semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.(*/hel)