Seputar Publik / Berita

Iin Mutmainah Ajak Kongres Advokat Indonesia Berkolaborasi Wujudkan Jakarta Barat Kota Layak Anak

Sinergi Pemkot Jakarta Barat dan KAI diperkuat untuk melindungi perempuan dan anak dari bullying, KDRT, hingga dampak judi online dan pinjaman online di era digital.
Pemerintah Kota Jakarta Barat menggandeng Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Jakarta Barat sebagai Kota Layak Anak pada 2026–2027. Pemerintah Kota Jakarta Barat menggandeng Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Jakarta Barat sebagai Kota Layak Anak pada 2026–2027.

Sebagai langkah konkret, KAI telah membentuk wadah spesialisasi bernama Pergumulan Advokat Keluarga, Wanita, dan Anak untuk memastikan pendampingan hukum terhadap korban dilakukan dengan pemahaman mendalam serta pendekatan empati.

Menanggapi komitmen tersebut, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah menyambut baik inisiatif KAI dan mengajak organisasi advokat tersebut menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan perlindungan sosial.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah menggencarkan sejumlah program perlindungan anak, di antaranya program Sekolah Aman dan Nyaman serta penguatan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di tingkat SMP dan SMA.

“Kami sangat mensyukuri perhatian KAI terhadap perlindungan perempuan dan anak. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, program PIK-R hadir agar remaja bisa menjadi konselor sebaya bagi temannya. Namun kami tentu membutuhkan masukan dari aspek hukum agar kebijakan ini memiliki payung regulasi yang kuat,” kata Iin Mutmainah.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan advokat dapat mempercepat target Jakarta meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) secara paripurna pada periode 2026–2027.

Jakarta Barat sendiri saat ini telah dipilih sebagai lokus piloting project untuk mewujudkan kota yang aman dan nyaman bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, serta penyandang disabilitas.

“Sinergitas ini adalah kunci. Kami sebagai eksekutif memerlukan komunikasi dari aspek regulasi agar setiap langkah perlindungan kelompok rentan berada pada koridor hukum yang tepat. Mari bersama-sama mewujudkan Jakarta Barat yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Kegiatan yang digelar oleh DPD KAI DKI Jakarta tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Tuti Susilawati, Wakil Ketua DPD KAI DKI Jakarta sekaligus tokoh pemuda Jakarta Barat Umar Abdul Aziz, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Barat Holi, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat II Diding, serta Anggota DPRD Lampung Tengah Toni Sastra.(red)*

Tulis Komentar

Komentar