Sebagai perbandingan, biaya pengobatan pasien diabetes dengan komplikasi dapat mencapai 10–15 juta rupiah per tahun, belum termasuk biaya cuci darah yang dapat mencapai ratusan juta rupiah sepanjang hidup. Padahal, skrining dini dan edukasi gaya hidup sehat hanya membutuhkan biaya sekitar 100–200 ribu rupiah per orang per tahun. Perbandingannya mencapai rasio efektivitas biaya 1:50 hingga 1:100.
Mengapa Kita Mengabaikan Logika Ekonomi yang Jelas?
Berbagai studi internasional telah membuktikan bahwa setiap 1 dolar yang diinvestasikan untuk pencegahan PTM mampu menghemat 5–10 dolar biaya pengobatan di masa depan. Finlandia berhasil menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung sebesar 65% dalam 25 tahun melalui kampanye diet sehat dan aktivitas fisik. Thailand menerapkan pajak minuman berpemanis dan mengalokasikan hasilnya untuk program kesehatan masyarakat. Hasilnya, prevalensi obesitas anak turun 8% dalam lima tahun.
Sementara itu, Indonesia memiliki program seperti Posbindu PTM dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), namun pelaksanaannya belum optimal akibat minimnya dukungan anggaran, fasilitas, serta komitmen lintas sektor.
Akar Permasalahan: Mengapa Paradoks Ini Berulang?
1. Tekanan Politik Jangka Pendek
Komentar