Menanggapi kondisi tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bergerak cepat dengan membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara. Langkah ini dinilai efektif dalam memulihkan konektivitas antarwilayah dalam waktu relatif singkat, sehingga masyarakat tidak terlalu lama mengalami keterisolasian.
Warga pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam menghadirkan kembali akses penghubung tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah,” tambah Hendra.
Meski telah memberikan manfaat besar, masyarakat tetap berharap adanya pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut. Infrastruktur yang lebih kokoh dinilai penting untuk menunjang mobilitas jangka panjang secara optimal.
Sementara itu, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan bahwa proses pemulihan infrastruktur akan terus dilanjutkan hingga tahap pembangunan permanen.
“Pekerjaan perbaikan infrastruktur terus berjalan. Kami mengapresiasi upaya TNI/Polri, BNPB, serta Kementerian PUPR yang terus bergerak dalam percepatan pemulihan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan infrastruktur di wilayah terdampak bencana tidak hanya pulih secara fungsional, tetapi juga berkelanjutan dan mampu mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.(Red)*
Komentar