Ada yang langsung refund tiket untuk mengejar ketertinggalan dan pakai moda transportasi lain khususnya kalau di sekitar Jawa dan Sumatera. Ada yang menunggu dengan harapan akan dibuka penerbangan. Ada yang membatalkan semuanya. Entah berapa yang mengumpat, memaki, dan marah-marah. Ya wajar saja.
Dampaknya memang tidak hanya kena penumpang domestik. Seluruh penerbangan antarbangsa tidak bisa mendarat di Cengkareng. Penumpang umrah ada yang diturunkan di Aceh. Ada pula yang kembali ke salah satu negara di Kawasan Teluk meski telah terbang sampai di wilayah udara India. Turis dari Malaysia, Singapura, sakit kepala karena jadwal pulang hari Minggu, libur weekend, kali ini tertunda tidak jelas. Waktu hilang, uang terkuras.
Tetapi di luar ribuan yang menderita itu, pastilah ada pula ribuan orang yang berbahagia, karena mendadak omset toko dan café di bandar bertambah berkali lipat. Atau supir taksi dan mobil online yang mendadak kebanjiran order penumpang yang pulang atau pergi ke stasiun bus dan kereta mengejar moda angkutan lain. Ada porter yang tiba-tiba minta dibantu angkat koper berat yang dikeluarkan dari pesawat. Ada anak yang senang bukan main karena ayahnya tidak jadi pergi dan bisa merayakan ulangtahunnya pada hari Minggu.
Komentar