Seputar Publik / Berita

Kepala BIN Dorong Regulasi Khusus Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing

Muhammad Herindra menilai regulasi khusus diperlukan untuk memperkuat perlindungan kepentingan strategis Indonesia, dengan tetap menjaga prinsip demokrasi dan kebebasan sipil.
Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra saat menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penguatan regulasi penanggulangan spionase dan intervensi asing dalam Seminar Nasional ASC FISIP UI di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra saat menyampaikan pandangan mengenai pentingnya penguatan regulasi penanggulangan spionase dan intervensi asing dalam Seminar Nasional ASC FISIP UI di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

> “Indonesia jangan terlalu naif. Kita harus tetap terbuka, tetapi keterbukaan itu harus disertai kewaspadaan dan ketegasan dalam menjaga kepentingan nasional,” ujar Herindra kepada wartawan.

Regulasi Perlu Seimbang dengan Demokrasi

Herindra menyampaikan bahwa gagasan mengenai Undang-Undang Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing perlu dikaji secara komprehensif sebelum dirumuskan menjadi kebijakan.

Ia menekankan, regulasi yang nantinya dibentuk harus mampu memperkuat aspek keamanan nasional sekaligus tetap memperhatikan prinsip demokrasi dan kebebasan sipil.

Menurut Herindra, penguatan regulasi juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan kontraintelijen dan koordinasi antarlembaga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mendeteksi berbagai bentuk pengaruh asing yang berpotensi mengganggu kepentingan strategis, kedaulatan, maupun keselamatan warga negara.

FISIP UI Dorong Kajian untuk Kebijakan Nasional

Tulis Komentar

Komentar