H.Naman juga mendorong anggota Permata MHT untuk terus berkarya dan berinovasi dalam berbagai bidang. Menurutnya, setiap tindakan yang dilakukan akan memberikan hasil positif bagi organisasi dan masyarakat.
“Berpolitik silakan dilakukan secara pribadi, bukan atas nama Permata MHT. Silahkan berekspresi, berkreasi, dan berinovasi, sehingga Permata MHT bisa menjadi wadah karya yang membanggakan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran Permata MHT dalam menjaga budaya dan akhlak masyarakat Betawi di tengah derasnya arus globalisasi.
Ia mencontohkan tradisi mengaji selepas maghriban yang menjadi ciri khas kampung Betawi dulu, serta majelis taklim yang dulu mengakar kuat di kampung-kampung Betawi.
“Sekarang kita berharap tradisi itu jangan sampai hilang. Permata MHT harus punya peran nyata dalam menjaga nilai budaya dan akhlak orang Betawi,” katanya.
Di akhir sambutannya, H. Naman mengajak seluruh anggota untuk terus bersemangat, solid, dan konsisten memperkuat peran organisasi.
“Sebagai warga Jakarta yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 siap menuju kota global, kita harus optimis. Insya Allah Permata MHT bisa ikut berkontribusi besar dalam perjalanan itu,” pungkasnya.
(Hel)
Komentar