Tak hanya padi, pengembangan komoditas strategis lain seperti jagung dan tebu juga terus didorong secara terintegrasi melalui dukungan pembiayaan APBN dan APBD, peningkatan sarana produksi, serta akses petani terhadap teknologi dan pasar.
Produksi Naik 14 Persen, Klaten Surplus Beras
Capaian sektor pertanian Klaten pada 2025 menunjukkan hasil signifikan. Produksi padi meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini membawa Klaten pada kondisi surplus beras lebih dari 69 ribu ton.
Surplus tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan, menekan potensi inflasi daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Kondisi ini mencerminkan efektivitas kebijakan serta sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan para pemangku kepentingan.
Fokus Infrastruktur dan Modernisasi
Ke depan, Pemkab Klaten berkomitmen memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk jaringan irigasi, jalan usaha tani, serta sarana pendukung lainnya. Peningkatan kapasitas petani juga menjadi prioritas melalui penguatan peran penyuluh, pelatihan, serta adopsi teknologi pertanian modern.
Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas petani terus diperluas untuk menciptakan sistem pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
> “Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sektor pertanian Kabupaten Klaten akan semakin maju, tangguh, dan mandiri. Ketahanan pangan daerah yang kuat menjadi fondasi penting stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati. (Red)*
Komentar