Seputar Publik / Opini

Koperasi Para Seuneu: Merajut Kembali Kedaulatan Benih di Tengah Gelombang Raksasa Global

Oleh: Agus Pakpahan
Prof. Agus Pakpahan Pakar dan Inovator Pertanian Peneliti PSE-KP Alumni IPB Angkatan : 11 (1974) Jurusan/Fakultas : FAHUTAN-S1 Prof. Agus Pakpahan Pakar dan Inovator Pertanian Peneliti PSE-KP Alumni IPB Angkatan : 11 (1974) Jurusan/Fakultas : FAHUTAN-S1

· Lumbung Benih Bersama adalah Kekuatan: Bayangkan jika koperasi kita bisa memproduksi dan menjual benih berkualitas tinggi hasil Para Seuneu modern kepada 10.000 petani. Jika setiap petani membutuhkan benih senilai Rp 500.000 per musim, maka kita sedang mengelola perputaran ekonomi sebesar Rp 5 Miliar per musim. Itu baru dari 10.000 petani! Sensus Pertanian 2023 menunjukkan bahwa jumlah petani Indonesia ada sekitar 29 juta orang. Dengan skenario di atas ini merupakan bisnis benih Rp 14,5 triliun atau sekitar US$ 906.250.000. Ini belum menghitung kebutuhan benih perusahaan besar.

Ini adalah potensi ekonomi yang selama ini tercecer dan dinikmati oleh perusahaan besar.

· Merek Bersama adalah Kedaulatan: Dengan kualitas yang terjaga, kita bisa menciptakan merek, misal: "BENIH TANDUR SUNDA" atau "BIBIT PARA SEUNEU". Merek yang menjadi simbol kepercayaan, kualitas, dan kearifan lokal. Ini adalah cara kita berdaulat atas produk kita sendiri, bukan hanya menjual komoditas tanpa nama.

Tulis Komentar

Komentar