Seputarpublik.com || JAKARTA — Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara mulai mempersiapkan pembentukan konsorsium usaha sebagai wadah bagi pelaku usaha Madura yang ingin mengambil peluang kemitraan dalam rencana pengembangan Wiraraja Industrial Park Madura di Kabupaten Bangkalan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton apabila rencana investasi kawasan industri tersebut terealisasi.
Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH. HM. Jusuf Rizal, SH., mengatakan pihaknya melihat adanya sejumlah peluang usaha yang dapat dimanfaatkan masyarakat Madura, mulai dari pengadaan barang dan jasa, penyediaan sumber daya manusia (SDM), hingga layanan pendukung industri.
“Agar tidak menjadi penonton dalam pembangunan Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan, maka setiap pihak di Pulau Madura harus memanfaatkan peluang usahanya, baik pemerintah daerah Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep,” tegas Jusuf Rizal kepada media di Jakarta.
Menurut dia, kehadiran investasi di Bangkalan juga diharapkan dapat menjadi stimulus bagi masuknya investasi lainnya ke Pulau Madura.
Konsorsium Wadah Pengusaha Madura
Sebagaimana disampaikan Madas Nusantara, rencana investasi perusahaan asal China di Bangkalan akan dikembangkan melalui Wiraraja Industrial Park Madura. Pemerintah Kabupaten Bangkalan disebut telah menyiapkan lahan sekitar 3.000 hektare untuk pengembangan kawasan tersebut.
Madas Nusantara menilai apabila investasi tersebut terealisasi, akan terbuka berbagai peluang ekonomi, termasuk kebutuhan tenaga kerja dan jasa pendukung industri.
Namun, besaran nilai investasi dan jumlah tenaga kerja yang akan terserap masih bergantung pada realisasi serta tahapan pengembangan proyek.
Jusuf Rizal mengatakan Konsorsium Usaha Koperasi UMKM Madas Nusantara nantinya akan menjadi wadah bagi pengusaha warga Madura yang ingin mempersiapkan diri untuk terlibat dalam peluang usaha tersebut.
Menurutnya, kesiapan administrasi menjadi salah satu aspek penting bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi calon mitra atau rekanan perusahaan.
“Jadi Madas Nusantara akan ikut membantu pengusaha UMKM konsorsium agar dapat memenuhi persyaratan-persyaratan administrasi agar dapat lolos sebagai rekanan. Saat ini untuk menjadi rekanan, persyaratan usaha harus lengkap, mulai dari AHU, NPWP, pajak hingga NIB atau Nomor Induk Berusaha. Bahkan aspek hukumnya juga akan dibantu Madas Nusantara,” ujar Jusuf Rizal.
Ia berharap penguatan kapasitas administrasi dan legalitas usaha dapat membantu UMKM Madura lebih siap menghadapi peluang kerja sama dengan perusahaan besar.
Dorong UMKM Madura Naik Kelas
Pembentukan konsorsium tersebut, lanjut Jusuf Rizal, merupakan bagian dari upaya mendorong pelaku usaha Madura agar mampu mengambil peran dalam perkembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu mempersiapkan legalitas, kapasitas produksi, sumber daya manusia, serta kemampuan memenuhi standar yang dipersyaratkan calon mitra usaha.
Dengan demikian, apabila peluang kemitraan terbuka, pengusaha lokal sudah memiliki kesiapan untuk mengikuti proses pengadaan atau kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.
Madas Nusantara berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Madura juga dapat mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM sehingga manfaat ekonomi dari investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Madas Nusantara Fokus pada Pengembangan SDM dan Jaringan Usaha
Berdasarkan keterangan organisasi, Madas Nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi masyarakat Madura di perantauan, baik di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Organisasi tersebut digagas Jusuf Rizal bersama sejumlah tokoh Madura untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaborasi, silaturahmi, serta pengembangan jaringan usaha.
Madas Nusantara juga menyatakan menjalin kemitraan dengan TNI dan Polri melalui program Bina-Lindung-Sejahtera sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui Koperasi UMKM Madas Nusantara, organisasi tersebut kini mendorong pengusaha Madura untuk meningkatkan kesiapan usaha agar dapat mengambil peluang ekonomi secara profesional, legal, dan sesuai ketentuan apabila rencana pengembangan Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan terealisasi.(Red)*