Didu memprediksi melemahnya dukungan Petahana DPD RI juga dipengaruhi sikap Parpol yang dulu memberikan dukungan kepada Senator kuat dugaan akan mengalihkan dukungannya kepada Calon DPD RI yang Berlatar belakang Kadernya.
“Partai yang berbasis ideologi memiliki peluang besar memenangkan Calon Senator yang diendorsnya,” imbuhnya.
Didu menggarisbawahi kekuatan jaringan dan struktur parpol memberikan keringanan dan memudahkan bagi calon pendatang baru senator dalam mengagregasi dukungan suara pada tingkat basis.
“Parpol yang memiliki struktur lengkap ditingkat akar rumput akan memberikan keuntungan elektoral dengan kepastian raihan suara yang jelas untuk calon yang didukung,” lanjut didu.
Didu menegaskan dengan luasnya wilayah geografi dapil NTB yang harus dijelajah dan dipenetrasi oleh pendatang baru , maka diperlukan kerjasama politik dan elektoral dengan Pemilik Suara baik itu dari kelompok partisan maupun Ormas agar memiliki kepastian dukungan.
Lebih jauh didu melihat calon DPD RI yang tidak memiliki *Investasi Sosial* yang cukup maupun net working yang kuat diprediksi akan mengalami kesulitan dalam memenangi tiket elektoral.
“Tapi sebagai ajang test the water untuk mengukur popularitas dan elektabilitas, tidak soal juga ikut meramaikan konstestasi sebagai Calon DPD RI merasakan aroma pertarungan politik yang sesungguhnya,” ujar pria mantan Direktur Walhi NTB dua periode ini.
Selain itu Direktur Mi6 juga mengapresiasi munculnya Pendatang Baru dari kalangan anak muda ikut pemilihan kontestasi perebutan DPD RI dapil NTB.
“Terlepas kalah atau menang, terlibatnya Pendatang Baru Calon Senator menandakan munculnya kesadaran politik baru dari kalangan anak muda kreatif yang menyadari kelebihan kapasitasnya dan kekuatan elektoral yang dimiliki,” tukasnya.
(D007)
Komentar