“Kami melihat Uzbekistan sebagai salah satu destinasi utama wisata religi yang kaya akan sejarah Islam. Uzbekistan dan Indonesia mempunyai hubungan emosional yang sangat dekat, dan ini tercatat di sejarah Uzbekistan, kita Rakyat Indonesia wajib bangga karena sejarah mencatat di temukannya makam imam Bukhori itu adalah Bung Karno Presiden Republik Indonesia dan itu sudah di akui oleh dunia, oleh karena itu Ini selaras dengan upaya kami dalam mengembangkan wisata religi berbasis edukasi dan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Oybek Shakhavdinov menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri perjalanan di Indonesia dan Uzbekistan untuk memfasilitasi kunjungan wisatawan Muslim.
Ia juga menyampaikan komitmen negaranya dalam menyambut wisatawan Indonesia dengan layanan dan fasilitas yang ramah Muslim.
Acara ini juga turut dihadiri oleh para pelaku industri pariwisata, pemimpin ormas Islam, serta perwakilan biro perjalanan dari kedua negara.
Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiati, yang sekaligus merupakan owner dari Patih Indo Permai, juga mengundang Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat Tundra Meliala beserta jajaran pengurus.
Usai acara, Pengurus AMKI Pusat juga berkesempatan berdiskusi dan penjajakan kerja sama dengan Ketua Umum DPP ASITA Nunung Rusmiati.
Tundra Meliala yang juga merupakan ketua bidang kerja sama di DPP Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), datang didampingi Sekjen AMKI Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Penasihat Berman Nainggolan dan Jajaran pengurus DPP AMKI lainnya.
(*/ren).
Komentar