“Selama 100 tahun, Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini, kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan pijakan kuat di pasar domestik. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat sekitar yang hidup dan bekerja bersama perkebunan.
Rebranding Tanpa Meninggalkan Sejarah
Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar relevan dengan selera konsumen masa kini, sekaligus tetap menonjolkan karakter historis yang telah melekat sejak lama.
“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” ujar Direktur Strategi dan Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo.
Komentar