Selain kehilangan kendaraan, Yudi juga menyoroti kondisi sistem pengawasan di kantor kecamatan. Menurutnya, perangkat CCTV yang berada di lingkungan kantor diketahui tidak berfungsi saat kejadian berlangsung.
“Kondisi motor saat diparkir dalam keadaan terkunci stang. CCTV kantor sedang tidak berfungsi. Setahu saya sekitar dua hari terakhir CCTV tidak aktif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah perangkat CCTV kembali dioperasikan, ditemukan adanya ketidaksesuaian data rekaman. Rekaman pada tanggal yang diduga berkaitan dengan waktu kejadian tidak ditemukan dalam sistem penyimpanan.
“Saat CCTV dinyalakan kembali, rekaman dua hari terakhir tidak tersedia. Selain itu tanggal pada sistem berubah dan menunjukkan 28 Mei. Setelah diperbaiki, rekaman tanggal 1 sampai 6 Juni masih ada, tetapi rekaman tanggal 7 dan 8 Juni tidak ditemukan,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Yudi mengaku telah menyampaikan laporan awal kepada pihak kepolisian. Jajaran Polsek Cijaku disebut telah merespons laporan tersebut dengan mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan awal.
“Saya sudah menyampaikan laporan awal dan pihak kepolisian merespons cepat dengan datang ke lokasi. Untuk laporan resmi, rencananya akan saya sampaikan langsung ke Polsek Cijaku,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan kehilangan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab hilangnya kendaraan maupun hasil pemeriksaan terhadap sistem CCTV di lokasi kejadian.
*(Penulis: AN)
Komentar