“Seluruh perangkat telah didistribusikan. Harapannya, sekolah-sekolah di pelosok kini dapat lebih terhubung dengan dunia luar melalui akses internet yang memadai,” ujarnya, Senin (5/5/2026).
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur digital masih menjadi salah satu tantangan utama dalam proses belajar-mengajar di wilayah terpencil. Karena itu, PalmCo berupaya mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital (cyber education) yang lebih merata dan inklusif.
“Perkembangan pendidikan menuntut adaptasi terhadap teknologi. Kami ingin berkontribusi agar sekolah-sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan tidak tertinggal dalam hal literasi digital,” tambahnya.
Langkah tersebut sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, pemerintah juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perluasan akses teknologi yang merata.
Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMPN 2 Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Mutiara, mengungkapkan bantuan perangkat digital sangat membantu para guru dan siswa dalam mengakses materi pembelajaran secara lebih efektif.
“Dengan adanya komputer dan akses internet, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih lancar, dan referensi pembelajaran kini lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SDN 006 Pendalian, Kabupaten Rokan Hulu, Bambang Asrita, yang menyebut sebelumnya pihak sekolah harus menempuh perjalanan ke pusat kecamatan hanya untuk mendapatkan akses internet.
“Sekarang fasilitas itu sudah tersedia di sekolah. Ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di daerah kami,” katanya.
Inisiatif PalmCo ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan sektor pendidikan dapat membantu memperkecil kesenjangan akses teknologi, sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.(Adv)*
Komentar